Rabu, 05 Juni 2013

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA
Dewasa ini, banyak tercemarnya lingkungan akibat sisa-sisa buangan dari pembangkit listriky ang menyebabkan global warming, hujan asam, rusaknya lapisan ozon hingga hilangnya hutan tropis, dan akibat lainnya. Dengan kondisi yang sudah sedemikian memprihatinkan, gerakan hemat energi sudah merupakan keharusan di seluruh dunia. Salah satunya adalah dengan berhemat bahan bakar dan menggunakan bahan bakar dari non-fosil yang dapat diperbaharui seperti tenaga angin, tenaga air, energi panas bumi, tenaga matahari, dan lainnya. Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akan lebih diminati karena dapat digunakan untuk keperluan apa saja dan di mana saja : bangunan besar, pabrik, perumahan, dan lainnya.
Kelebihan Pembangkit listrik tenaga surya yaitu Energi yang terbarukan/ tidak pernah habis, Bersih, ramah lingkungan, Umur panel sel surya panjang/ investasi jangka panjang , Praktis, tidak memerlukan perawatan, Sangat cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia.


Komponen-komponen utama dalam pembuatan pembangkit listrik tenaga surya yang dibutuhkan antara lain solar module atau solar cell dimana komponen yang terbuat dari bahan semikonduktor, paling banyak digunakan multicrystalline silicon, yang berguna untuk mengkonversi energi atau sinar matahari untuk menjadi energi listrik, lalu kontroler yang berguna untuk mengatur dan memutuskan arus, lalu ada pula inverter AC-DC bla dibutuhkan, selain itu ada pun baterai untuk diisi pada saat pembangkit bekerja.

Sistem sel surya yang digunakan di permukaan bumi terdiri dari panel sel surya, rangkaian kontroler pengisian (charge controller), dan aki (batere) 12 volt yang  free maintenance. Panel sel surya merupakan modul yang terdiri beberapa sel surya yang digabung dalam hubungkan seri dan paralel tergantung ukuran dan kapasitas yang diperlukan. Panel surya ini berguna untuk menyerap sinar matahari dan kemudian dijadikan arus listrik yang akan di charge ke baterai atau aki dan kemudian diapak konsumen. Adapun rangkaian kontroler pada penggunaan pembangkit listrik tenaga surya ini yang berguna untuk menghentikan charge baterai bila baterai sudah penuh. Biasanya panel surya dipasang secara statis di tempat yang agak luas dan biasanya diarahkan ke utara agar cahaya yang diserap oleh panel surya ini lebih banyak dan arus yang dihasilkan pun lebih banyak dan lebih efisien. Sebenarnya, untuk mendapatkan energi listrik yang jauh lebih optimal, sistem sel surya itu masih harus dilengkapi pula dengan rangkaian kontroler optional untuk mengatur arah permukaan panel surya agar selalu menghadap matahari sedemikian rupa sehingga sinar mahatari jatuh hampir tegak lurus pada panel suryanya.
Pemasangan pembangkit listrik tenaga surya dapat di berbagai tempat untuk berbagai kebutuhan. Ada yang di pasang di tempat parkir, ada yang di lahan luas, di pabrik-pabrik, adapun yang di tempatkan di atap rumah untuk membantu pelistrikan di rumah.

Rabu, 09 Januari 2013

6 bahaya akibat menahan bersin




Jika keinginan bersin terjadi saat sedang terlibat perbincangan serius, pertemuan penting atau berada di ruang yang sepi, orang lebih suka untuk menahannya. Sebaiknya jangan menahan bersin karena bisa berbahaya.

Beberapa orang mencoba menahan bersin dengan cara menekan hidung mereka sehingga keinginan untuk bersin menjadi hilang. Ternyata menahan bersin justru bisa menjadi masalah yang serius jika sering dilakukan.

Kecepatan bersin yang dimiliki manusia adalah 161 km/jam, sehingga jika seseorang menahan untuk bersin maka tubuh harus menahan kecepatan tersebut secara tiba-tiba. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi fungsi tubuh dan menyebabkan kuman yang seharusnya dikeluarkan malah masuk kembali.

"Bersin merupakan kegiatan yang positif karena memiliki fungsi membersihkan faring (rongga antara hidung, mulut dan tenggorakan) dan ini adalah hal yang baik, sedangkan menahan bersih justru berbahaya karena bisa menimbulkan beberapa risiko,' ujar Dr Michael Roizen, kepala Wellness Officer Clevelend Clinics, seperti dikutip dari 
Doctoroz.com, Senin (8/3/2010).

Roizen mengungkapkan ada beberapa bahaya yang bisa ditimbulkan jika seseorang menahan bersin yaitu:
  1. Menyebabkan patah tulang di tulang rawan hidung
  2. Mimisan
  3. Pecah gendang telinga
  4. Gangguan pendengaran
  5. Vertigo
  6. Retina yang terlepas atau mengalami emfisema. Hal ini karena tubuh berusaha menahan kecepatan dari bersin yang tinggi. Cedera yang timbul umumnya mempengaruhi struktur bagian dalam kepala.
Emfisema adalah suatu kondisi yang bisa menyerang anak-anak ataupun orang dewasa, kondisi ini sangat berbahaya dan berpotensi mematikan karena dapat membatasi pasokan udara. Tanda-tanda yang muncul biasanya wajah atau leher yang membengkak dan timbul rasa ketidaknyamanan.

"Untuk membantu seseorang agar mudah bersin bisa dengan cara melihat cahaya terang, hal ini dapat merangsang saraf optik yang melintasi jalur pusat bersin. Selain itu iritasi yang terjadi di saraf dekat pusat bersin juga bisa memicu seseorang untuk bersin," tambahnya.

Saat seseorang bersin biasanya diikuti oleh keluarnya bakteri atau kuman dari dalam tubuh. Hal ini berguna untuk menjaga hidung agar tetap bersih, karenanya seringkali bersin terjadi secara berulang-ulang.

Jadi jangan pernah menahan bersin untuk menghindari beberapa risiko tersebut. Tapi jangan lupa untuk menutup mulut dan hidung dengan tangan, tisu, sapu tangan atau lekukan lengan saat bersin, agar bakteri dan kuman yang keluar tidak membahayakan orang lain.