Sabtu, 27 September 2014


TIPS MENULIS DARI "ASMA NADIA"

(Tips Menulis): Membuat Judul Tulisan Yang Menarik
Membuat judul itu gampang. Apalagi kalau asal, asal ada judul:)
selamat untuk kamu yang sudah bertanya tentang ini. Artinya sebagai penulis kamu sadar betul pentingnya sebuah judul.
Sederhananya di milis atau di facebook saja, kita bisa melihat betapa judul postingan yang satu bisa mendapat banyak sekali reply. selain persoalan yang diajukan, sering karena judulnya memang mengundang.
kembali ke judul
singkatnya:
1. Judul harus menggambarkan isi tulisan
2. Judul sebaiknya tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek
3. Judul wajib menarik, mengundang, menggoda pembaca utk meraih buku kita atau melirik tulisan kita, tanpa mengada-ada.
4. Banyak judul yang menarik tapi tidak semua komersil. Kalau kamu sering2 ke toko buku dan membaca, insya allah akan menambah amunisimu utk menemukan judul yang menarik dan komersil itu:)
5. Judul bisa dicari dengan membuat list sebanyak2nya ketika kamu punya tulisan. Jadi kamu punya alternatif judul yang banyak sekali. Nanti bisa dipilih dari sana
6. Cara mencari judul yang lain adalah dengan buka mata buka telinga, aktifkan panca inderamu, dan coba mencari judul yang memiliki maka lebih dalam. Ketika saya menulis Cinta di Ujung Sajadah, Cinta bermakna bukan hanya cinta...tp juga menjadi nama tokoh. Sama seperti ada apa dengan cinta, misalnya.
7. Hindari judul2 yang pasaran. Coba bikin list... judul2 yang menurutmu gak menarik, dan jangan ulangi dalam tulisanmu. Hindari, perkaya kata dan kosa judul dengan banyak membaca. Belajarlah dari para pengarang lain ketika mereka membuat judul tulisan atau buku.
8. Kenali tulisan yang kamu buat. Kenali juga judul2 untuk jenis tulisan seperti itu. Jenis tulisan, fiksi atau nonfiksi, lalu usia pembaca menentukan gaya bahasa utk judulmu.
selamat mengarang, dan membuat judul:)
ps: sebagai contoh lihat bbrp kaver buku klik www.tokoasmanadia.com , kalau menarik bisa menjadi contoh. kalau tidak, bisa jadi kamu menemukan ide yang lebih bagus sbg judul.

Sabtu, 20 September 2014

Talking to myself (part 1) 
Mungkin orang-orang di dunia pernah bicara dalam hati, pada diri sendiri. Pernah jatuh cinta, tapi tidak mengungkapkan. Menyukai seseorang yang belum tentu orang tersebut respec. Hingga punya seseorang mantan kekasih yang sampai sekarang masih menyimpan  rasa sayang.
Cerita ini hanya sekedar curhatan dari kebanyakan orang yang ditulis dengan penuh perasaan dan penghayatan yang sekarang banyak beredar di media sosial.

Sekian lama kita tak berjumpa. Ketika perasaan ini masih ada. Dirimu yang selalu kunanti. Hanya dirimu yang ada dihatiku. Entah aku tak tahu apa yang ada dipikiranmu tentang aku. Apakah perasaan kamu sama seperti ku? Aku pikir tidak. Memang kamu pernah ada di hatiku. Bukan berarti itu hilang sekejap saja. Aku masih menyimpan rasa yang lalu saat kita masih bersama. Sekarang kamu dimana? Aku kangen kamu. 

Semua itu berlalu sangat cepat. Andaikan saja aku bisa mengungkapkan kegalauan ku ini selama tanpa kamu. Ingin aku bercerita pada orang-orang. Tapi sungguh ini tak sanggup bagi ku. Aku bingung, resah, bimbang, galau tanpa kamu. Bisa saja aku curhat dengan sahabat-sahabatku. Tapi biarlah aku pendam sendiri. Aku hanya bisa berbagi cerita hatiku dengan bahasa kiasan yang sengaja aku buat atau dengan perumpamaan aku adalah orang lain yang senasib. Kamu sekarang sibuk dengan urusanmu. Dan aku sibuk dengan urusanku yang memikirkanmu setiap saat. Kalaupun kamu ada, itu hanya sebentar. Seperti kilat mungkin dan hanya melalui pesan singkat. Hanya menanyakan kabar tentang lama tidak jumpa dan memberikan harapan palsu ingin sekali bertemu denganku. Aku yang berharap lebih ini hanya pasrah. Tiap pagi aku membuka jejaring sosial aku hanya bisa membaca tulisannya yang mengucapkan kata selamat pagi dan selamat malam ke orang lain. Orang yang mungkin sudah mengisi hari-harimu, orang yang selalu menyemangati setiap gerak gerikmu, dan orang yang selalu mengingatkan baik buruk keputusan yang kamu ambil. Berkali kali kamu menuliskan status miss you, ilysm cantik . Untuk siapa? Oh iya pasti buat pacar kamu. Sampai aku lupa, aku kini bukan siapa-siapa kamu lagi.

Aku sadar semuanya kini hanya ilusi belaka. mengharapkan sesuatu yang tak pasti sama seperti kita mencoba membendung air terjun dengan kedua tangan kita sendiri. Melewati hari demi hari dengan gerahnya hati yang kini masih menyimpan puing-puing rasa cinta, sayang, rindu, dan benci semua bersatu padu membentuk alunan melodi minor. Lama kelamaan toh aku juga akan terbiasa. Meninggalkan yang tak pasti dan menemukan seseorang yang bisa membuatku lebih berarti di hidupnya. Aku hanya perlu menunggu waktu itu hingga takdir menemuiku.