Rabu, 30 Maret 2016

Keterampilan Menulis Bahasa Indonesia

BUKU
BIMBINGAN PENULISAN
ILMIAH

 Buku ditulis oleh Drs. Ba’in, M. Hum.

TOPIK 1: PENGERTIAN KARYA TULIS ILMIAH
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya
berusaha memaparkan suatu pembahasan secara
ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau
peniliti, untuk memberitahukan sesuatu hal
secara logis dan sistematis kepada para
pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk
mencari jawaban mengenai suatu hal dan untuk
membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang
terdapat dalam objek tuliasn.
Istilah karya ilmiah di sini adalah mengacu pada
karya tulis yang penyusunan dan penyajiannya
didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja
ilmiah. Dilihat dari panjang pendeknya atau
kedalaman uraian, karya tulis ilmiah dibedakan
atas makalah dan laporan penelitian.
Menurut bobot isinya, karangan ilmiah dapat
diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu: (1)
karangan ilmiah, (2) karangan semi ilmiah atau
ilmiah populer, dan (3) karangan non ilmiah.
Tergolong dalam karangan ilmiah antara lain
adalah makalah, laporan, kripsi, tesis, disertasi.
Tergolong karangan semi ilmiah antara lain
adalah artikel, editorial, opini, feuture,
reportase. Sedangkan yang tegolong dalam
karangan non ilmiah antara lain anekdot,
dongeng, hikayat, cerpen, novel, roman, dan
naskah drama. Karangan ilmiah memiliki aturan
baku dan sejumlah persyaratan khusus yang
berkaitan dengan metode ilmiah, teknik penulisan
dan penggunaan bahasa. Adapun karangan non
ilmiah adalah karangan yang tidak terikat pada
bahasa baku, sedangkan karangan semi berada
diantara keduanya.
Menurut Suderajat (2010:1) karya tulis ilmiah
adalah suatu produk dari kegaitan ilmiah. Lebih
jauh ia menjelaskan baha karya tulis ilmiah
adalah suatu tulisan yang membahas suatu
permasalahan. Pembahasan itu dilakukan
beradasarkan penyelidikan, pengamatan,
pengumpulan data, yang diperoleh melalui suatu
penelitian.
Pernyataan ilmiah yang harus kita gunakan
dalam tulisan harus mencakup berbagai hal,
yaitu:
1. Harus dapat kita identifikasikan orang
yang membuat pernyataan tersebut.
2. Harus dapat kita identifikasikan media
komunikasi ilmiah di mana pernyataan
disampaikan apakah dalam makalah, buku,
seminar, lokakarya, dan sebagainya.
3. Harus dapat diidentifikasikan lembaga
yang menerbitkan publikasi ilmiah
tersebut beserta tempat domisili dan
waktu penerbitan itu dilakukan.
Sekiranya publikasi ilmiah tersebut tidak
diterbitkan, maka harus disebutkan
tempat, waktu dan lembaga yang
melakukan kegiatan tersebut.
Suatu karya tulis, baru dapat dikatakan sebagai
karya tulis ilmiah apabila sedikitnya memenuhi
tiga syarat, yakni:
1. Isi kajiannya dalam lingkup pengetahuan
ilmiah
2. Langkah-langkahnya dijiwai atau
menggunakan metode berfikir ilmiah
3. Sosok tampilannya sesuai dan telah
memenuhi persyaratan sebagai suatu
sosok tulisan ilmiah.


TOPIK 2: KARAKTERISTIK KARYA TULIS ILMIAH

Menurut Zulfikar (2011: 2) tidak semua
karya yang ditulis secara sistematis dan
berdasarkan fakta di lapangan adalah sebuah
karya ilmiah sebab karya ilmiah mempunyai ciri-
ciri seperti berikut:
1. Keobjektifan ini menampak pada setiap
fakta dan data yang diungkapkan
berdasarkan kenyataan yang sebenarnya,
tidak dimanipulasi, dan juga dapat
dipertanggungjaabkan.
2. Kenetralan ini bisa dilihat pada setiap
pernyataan atau penilaian bebas dari
kepentingan-kepentingan tertentu. Oleh
karena itu, pernyataan yang bersifat
membujuk atau mengajak perklu
dihindari.
3. Mengikuti pola pengembangan tertentu,
misalnya pola urutan, klasifikasi,
kausalitas, dan sebagainya.
4. Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar
yang digunakan, pola nalar induktif atau
deduktif.
5. Menyajikan fakta(bukan emosi atau
perasaan). Setiap pernyataan, uraian,
atau simpulan dalam karya ilmiah
haruslah menyajikan fakta.
6. Hemat kata. Kata yang digunakan tidak
berlebihan dan berbelit-belit.
7. Ragam baku. Bahasa yang digunakan
adalah raga baku atu formal.
8. Karya tulis ilmiah menghindari detail
yang tidak perlu.
9. Karya tulis ilmiah menggunakan bahasa
langsung, menghindari kalimat tidak jelas
atau rumit.
10. Bebas asumsi. Karya tulis ilmiah
menghindari membuat asumsi dan
pernyataan yang belum tentu terbukti
11. Ide dan proses dalam karya tulis ilmiah
hendaknya dinyatakan dalam urutan logis.
12. Karya tulis ilmiah menghindari bahasa
samar dan ambigu, seperti sekitar, kira-
kira, hampir.


TOPIK 3: JENIS-JENIS KARYA TULIS ILMIAH

Pada prinsipnya semua karya ilmiah merupakan
hasil dari suatu kegiatan ilmiah. Dalam hal ini
yang membedakan hanyalah materi, susunan,
tujuan serta panjang pendeknya karya tulis
ilmiah tersebut. Secara garis besar, karya ilmiah
diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
1. Karya ilmiah pendidikan, digunakan untuk
meresume pelajaran, serta sebagai
persyaratan mencapai suatu gelar
pendidikan. misalnya paper, pra skripsi,
skripsi, tesis, dan disertasi.
2. Karya ilmiah penelitian, contohnya
makalah seminar, laporan hasil penelitian,
dan jurnal penelitian.
TOPIK 4: KEGUNAAN KARYA TULIS ILMIAH
Penyusunan karya ilmiah memberikan
manfaat yang besar, baik bagi penulis maupun
masyarakat. Sekurang-kurangnya ada enam
manfaat yang diperoleh dari kegaitan tersebut,
yang intinya sebagai berikut:
1. Penulis akan terlatih keterampilan
membaca yang efektif karena sebelum
menulis karya ilmiah, ia mesti membaca
dahulu kepustakaan yang ada
relevansinya dengan topik yang akan
dibahas.
2. Penulis akan terlatih menggabungkan
hasil bacaan yang diperoleh dari berbagai
buku sumber, mengambil sarinya, dan
mengembangkannya ke tingkat pemikiran
yang lebih matang.
3. Penulis akan berkenalan dengan kegiatan
perpustakaan, seperti mencari bahan
bacaan dalam katalog pengarang atau
katalog judul buku.
4. Penulis akan dapat meningkatkan
keterampilan dalam mengorganisasikan
dan menyajikan fakta secara jelas dan
sistematis.
5. Penulis akan memperoleh kepuasan
intelektual.
6. Penulis turut memeperluas cakrawala ilmu
pengetahuan masyarakat.

TOPIK 5: BAGIAN PENDAHULUAN KARYA TULIS
ILMIAH
Pendahuluan merupakan bab pertama yang
mengantarkan pembaca mengetahui ikhwal topik
penulisan, alasan, dan pentingnya dilakukan
penulisan. Pendahuluan memuat latar belakang
yang megulas mengapa penelitian dilakukakn,
tujuan, dan hipotesis jika ada. Memberikan
alasan yang kuat, termasuk kasus yang dipilih
dan alasan memilih kasus tersebut, perumusan
dan pendekatan masalah, metode yang
digunakan dan manfaat penulisan.
Pendahuluan dalam karya ilmiah hasil penelitian
memuat uraian tentang: (1) latar belakang
masalah, (2) rumusan masalah, (3) tujuan
penelitian, (4) kegunaan penelitian, dan (5)
sistematika penulisan.

TOPIK 6: BAGIAN INTI KARYA TULIS ILMIAH
Dalam karya ilmiah laporan penelitian
disajikan dua landasan, yakni kerangka teoritis
dan metodelogis. Kerangka teoritis adalah teori
yang digunakan untuk membangun kerangka
kerja penelitian. Sedangkan kerangka
metodologis ialah hal ikhwal yang berkaitan
deseain penelitian, termasuk langkah-langkah
pengumpulan data dan pengolahan data dengan
berbagai alasannya. Keduanya diuraikan dalam
dua bagian penelitian yang berbeda, tetapi
berurutan, kerangka teoritis yang sering juga
disebut landasan teori atau kajian pustaka
diuraikan dalam bab II, sedangkan kerangka
metodologi diuraikan dalam bab III.
Dalam kerangka teoritis dinyatakan teori apa
yang digunakan untuk landasan kerja penelitian.
Namun, teori apapun yang digunakan harus
dapat dipertanggungjawabkan melalui kajian
sejumlah pustaka dan hasil penelitian dalam
lingkup topik penelitian atau tugas akhir.
Penyebutan nama teori saja tidak cukup.
Prinsip-prinsip teori perlu diuraikan, termasuk
pendekatan dan metode kerja teori itu.
Prosedur penelitian (rancangan dan metodologi)
dikategorikan baik jika memenuhi kriteria
berikut:
1. Logika struktur dan strategi studi
disajikan secara hati-hati, termasuk di
dalamnya identifikasi variabel, ketepatan
paradigma, badan arus, atau model
skematik
2. Deskripsi sampel penelitian diungkapkan
secara jelas, meliputi cara penarikan
sampel, ukuran sampel, dan strata
3. Menggunakan prosedur pengumpulan data
yang tepat dan terkait dengan masalah
dan fokus penelitian
4. Ada kesesuaian antara rumusan masalah
dan fokus penjelajahan di lapangan
5. Ketepatan menggunakan prosedur
pengolahan data
Bab pembahasan data merupakan bab yang
paling penting dalam karya ilmiah karena dalam
bab ini dilakukan kegiatan analisis data, sintesis
pembahasan, interprestasi penulis, pemecahan
masalah, dan temuan pendapat baru yang
diformulasikan (jika ada).
Bab ini terdiri dari dua bagian besar, yaitu:
1. Deskripsi data
Berisi serangkaian data yang berhasil
dikumpulkan, baik data pendukung seperti latar
belakang lembaga/instansi yang diteliti, serta
data utama yang diperlukan untuk pegujian
hipotesis. Data tersebut harus dideskripsikan
secara sistematis.
2. Pembahasan
Bagian ini berisi pembahasan tentang hasil
penelitian sesuai dengan acuan dan kriteria-
kriteria yang telah dietapkan. Bagian
pembahasan ini memperlihatkan ketajaman dan
keluasan wawasan penulis mengenai permasalahan
yang dikajinya.
Pembahasan berisi hasil analisis dan penelitian
yang dikaitkan dengan struktur pengetahuan
yang telah mapan, dan memunculkan teori-teori
baru atau modifikasi terhadap teori yang telah
ada. Berisi tentang kupasan analisis,
argumentasidan pendirian penulisan mengenai
masalah yang dibicarakan.

TOPIK 7: BAGIAN PENUTUP KARYA TULIS
ILMIAH
Bagian penutup dari karya ilmiah adalah
kesimpulan dan saran. Dalam bagian ini diuraikan
keberhasilan metode dikaitkan dengan hasil
kerja, dan dampak produk.
Simpulan harus sejalan dengan masalah, tujuan,
dan uraian tentang hasil penelitian. Masalah
yang dikemukakan pada bab sebelumnya harus
tampak disimpulkan.
Saran harus sejalan dengan simpulan atau
temuan. Saran hendaknya disertai dengan
argumentasinya. Kalau mungkin juga disertai
dengan jalan keluarnya
Simpulan dan saran dikategorikan baik jika
memenuhi syarat sebagai berikut:
1. Pernyataan mengenai simpulan diungkap
secara tepat dan akurat disertai
pernyataan baru atau pengantar yang
tidak relevan.
2. Simpulan dibuat menurut ruang lingkup
generalisasi atas dasar justifikasi data
yang disajikan
3. Saran yang dikemukakan bersifat
objektif dan disertai langkah-langkah
operasional bagi implementasinya
4. Saran semata-mata ditujukan pada
upaya perbaikan atas kelemahan-
kelemahan yang dikemukakan atau
berupa rekomendasi aplikasi temuan.
Karya ilmiah juga perlu dilengkapi dengan
daftar pustaka, yang memaparkan karya ilmiah
lain yang digunakan sebgai rujukan. Agar dapat
ditelusuri orang lain, penulisan karya
ilmiahrujukan tersebut perlu mamuat nama
pengarang, judul karya ilmiah, tahun penerbitan,
serta penerbitnya.

TOPIK 8: ATURAN TATA TULIS KARYA ILMIAH
SECARA UMUM
1. Penggunaan Bahasa Indonesia Baku
Tata kalimat dalam karya hendaknya
menggunakan ragam bahasa baku. Beberapa hal
yang perlu diperhatikan dalam penggunaan
ragan baku ini antara lain:
1. Penggunaan kata yang benar, baik kata
dasar maupun kata turunan
2. Penggunaan kalimat yang benar sesuai
dengan tata bahasa indonesia
3. Setiap kata mewakili satu arti, tidak
bias.
4. Penggunaan retorika bahasa, terutama
untuk bidang sastra
2. Penggunaan EYD terbaru
Dalam penggunaan EYD yang benar ini beberapa
hal yang perlu diperhatikan anara lain:
1. Pemakaian huruf besar, huruf miring,
dan huruf tabal
2. Penulisan kata, terutama gabungan kata,
kata depan, dan partikel
3. Penulisan singkatan dan akronim
4. Pemakaian tanda baca, antara lain titik,
koma, tanda seru, tanda tanya dan
sebagainya
5. Penulisan unsur serapan, baik serapan
dari bahasa asing maupun bahasa daerah
3. Penulisan Judul san subjudul
Untuk pemeringkatan judul dan subjudul dalam
karya ilmiah terdapat dua aturan, yakni
menggunakan jenis huruf, ukuran, pencetakan,
serta letak yang berbeda dan menggunakan
angka Arab atau perpaduan angka Arab dan
huruf latin.
4. Cara mengutip
Dalam hal cara mengutip ini hal yang terutama
perlu diperhatikan adalah mengutip secara
langsung atau tidak langsung.
5. Penyajian tabel dan gambar
Penggunaan tabel dan dipandang sebagai salah
satu cara yang sistematis untuk menyajikan data
statistik dalam kolom-kolom dan laju, sesuai
dengan klasifikasi masalah. Tengan menggunakan
tabel, pembaca akan dapat memahami dan
menafsirkan data secara cepat, dan mencari
hubungan-hubungannya.
6. Pengetikan
Ketentuan-ketentuan dalam pengetikan sebuah
karya ilmiah, yaitu: (1) Menggunakan software
pengolah data dengan platform windows, seperti
MS Word, Exel, dll. (2) jenis huruf yang
digunakan Times New Roman dengan ukuran 12.
7. Penomoran halaman
Bagian awal arya ilmiah (halaman judul, halaman
pengesahan, halaman pernyataan, abstrak,
riwayat hidup, kata pengantar, dafar isi, daftar
tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran)
diberi nomor dengan angka romawi kecil (i, ii,
iii…)
Mulai dari bab I sampai dengan halaman terakhir
diberi nomor halaman dengan angka latin (1, 2,
3…). Data ayang mendukung penelitian disajikan
dalam lampiran yang disajikan menurut
kelompoknya tanpa diberi nomor halaman.
8. Penulisan daftar pustaka
Untuk penulisan daftar pustaka selengkapnya
ada pada topik 13

TOPIK 9: KETATABAHASAAN KARYA TULIS
ILMIAH
Penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam
karya ilmiah akan meningkatkan kualitas karya
ilmiah tersebut, sehingga dapat dimengerti
dengan mudah oleh pemakainya. Penulis harus
mengerti ilmu ketatabahasaan seperti
pembentukan kata, pembentukan kalimat, syarat
kalimat, kalima aktif dan pasif, subjek dan
keterangan, pengantar kalimat dan predikat,
serta kalimta majemuk dan kalimat berurusan.

TOPIK 10: PENGGUNAAN EYD DALAM KARYA
TULIS ILMIAH
Pemakaian huruf besar
1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf
pertama pada awal kalimat.
2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf
pertama petikan langsung.
3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf
pertama unsur-unsur nama orang.
4. Hurur kapital dipakai sebagai huruf
pertama hal-hal yang berkaitan dengan
agama, kitab suci, Tuhan.
Huruf miring
1. Huruf miring dipakai untuk menuliskan
nama buku, majalah, dan surat kabar
yang dikutip dalam tulisan.
2. Huruf miring dipakai untuk menegaskan
atau mengkhususkan huruf, bagian kata,
kata, atau kelompok kata.
3. Ungkapan asing yang telah diserap ke
dalam bahasa Indonesia penulisannya
diperlakukan sebagai kata Indonesia.
Huruf tebal
1. Huruf tebal dipakai untuk menulis judul
buku, bab, bagian bab, daftar isi, daftar
tabel, daftar lambang, daftar pustaka,
indeks, lampiran.
2. Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk
menuliskan tema dan subtema serta
untuk menuliskan lambang bilangan yang
menyatakan polisemi.

TOPIK 10: GAYA BAHASA KARYA TULIS ILMIAH
Gaya bahasa adalah cara mengungkapkan
perasaaan atau pikiran dengan bahasa
sedemikian rupa, sehingga kesan dan efek
terhadap pembaca atau pendengar dapat dicapai
semaksimal dan seefektif mungkin.
Berikut adalah berbagai ragam gaya bahasa dan
contoh penggunaannya dalam Bahasa Indonesia:
1. Bahasa Leksikal
Analisis leksikal adalah sebuah proses yang
mendahului parsing sebuah rangkaian karakter.
Ia menerima masukan serangkaian karakter dan
menghasilkan deretan simbol yang masing-
masing dinamakan token; proses parsing akan
lebih mudah dilakukan bila inputnya sudah berupa
token.
2. Retorika bahasa
Retorika merupakan bidang studi komunikasi
yang turut mengembangkan ilmu komunikasi,
yang berfungsi untuk mengajarkan cara-cara
yang efektif untuk mempertahankan gagasan.
TOPIK 12: ATURAN KUTIPAN KARYA TULIS
ILMIAH
Perujukan dilakukan dengan menggunakan
nama akhir dan tahun diantara tanda kurung.
Jika ada dua penulis, perujukan dilakukan
dengan menyebut nama akhir kedua penulis
tersebut. Jika penulis lebih dari dua orang,
penulisan rujukan dilakukan dengan cara menulis
nama pertama diikuti dengan dan kawan-kawan.
1. Cara merujuk kutipan-kutipan langsung
1. Kutipan kurang dari 40 kata
Kutipan yang berisi kurang dari 40 kata
diantara tanda kutip (“…”) sebagai bagian yang
terpadu dalam teks utama, dan diikuti nama
penulis, tahun dan nomor halaman. Contoh:
Soebronto (1990: 123) menyimpulkan “ada
hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi
dengan kemajuan belajar.” Jika ada tanda kutip
dalam kutipan, maka digunakan tanda kutip
tunggal (‘…’).
1. Kutipan 40 kata atau lebih
Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih ditulis
tanpa tanda kutip secara terpisah dari teks
yang mendahului ditulis 1,2 cm atau terus 7
ketukan dari garis tepi sebelah kiri dan kanan,
dan ditulis dengan spasi tunggal. Nomor halaman
juga harus ditulis.
1. Kutipan yang sebagian dihilangkan
Apabila dalam mengutip langsung ada kata-kata
dalam kalimat yang dibuang, maka kata-kata
yang dibuang diganti dengan tiga titik. Contoh:
“semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan
pendidikan di sekolah… diharapkan sudah
melaksanakan kurikulum baru” (Manan, 1995:
278).
2. cara merujuk kutipan tidak langsung
kutipan yang disebut secara tidak langsung atau
dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri
ditulis tanpa tanda kutip dan terpadu dalam
teks. Contoh:
Mahasiswa tahun ketiga ternyata lebih baik
daripada tahun keempat (Salimin,1990:13).
3. Cara menulis Daftar rujukan
Daftar rujukan merupakan daftar yang berisi
buku, makalah, atau bahan lainnya yang dikutip
baik secara langsung maupun tidak lansung. Pada
dasarnya, unsur yang ditulis dalam daftar
rujukan secara berturut-turut meliputi: (a)
nama penulis dengan urutan: nama akhir, nama
awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik,
(b) tahun penerbitan, (c) judul, termasuk anak
judul, (d) kota tempat penerbitan, dan (e) nama
penerbit.
TOPIK 13: PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka sering disebut juga Bibliografi
atau daftar umber referensi atau bacaan.
Daftar pustaka meliputi sumber bahan-bahan
yang dipakai dalam menyusun karya tulisa ilmiah,
yaitu yang dikutip dalam naskah ilmiah.
Pada dasarnya informasi yang dimasukkan dalam
dafar pustaka serupa dengan catatan kutipan,
perbedaannya hanya terlepada urutan tanda
baca.


TOPIK 14: PENULISAN ARTIKEL ILMIAH

Artikel ilmiah adalah karya tulis yang
dirancang untuk dimuat dalm jurnal atau buku
kumpuan artikel yang ditulis dengan tata
carailmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi
ilmiah yang telah disepakati. Dari segi
sistematika penulisan dan isinya, artikel dapat
dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu artikel
hasil penelitian dan non penelitian. Yang paling
membedakan keduanya bahwa dalam artikel hasil
penelitian harus ada bagian yang diberi subjudul
“metode” dan “hasil”. Artikel non penelitian
atau konseptual biasanya terdiri dari beberapa
unsur pokok, yaitu judul, nama penulis, abstrak
dan kata kunci, pendahuluan, bagian inti atau
pembahasan, penutup, daftar rujukan.


TOPIK 15: PENULISAN SKRIPSI

Skripsi adalah karya tulis yaang
dimaksudkan dan dipertahankan sebagai
persyaratan untuk mencapai gelar sarjana.
Skripsi terdiri dari tiga bagian, yaitu prawacana,
naas, dan koda. Bagian prawacana dimulai dari
sampul sampai depan bagian sebelum naas.
Bagian naas dimulai dari bab pendahuluan sampai
dengan bab penutup. Sedangkan bagian sesudah
naas adalah bagian koda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar