DEMAM
POKEMON GO
Oleh
Namira
Medina
Di Indonesia akhir-akhir ini dikejutkan dengan
maraknya permainan Pokemon go. Pokemon go sendiri adalah aplikasi permainan
dalam telepon pintar yang dikembangkan
oleh Niatinc, sebuah perusahaan sempalan milik Google. Awalnya permainan ini
tersedia terbatas di beberapa negara seperti dirilis di Amerika Serikat,
Australia, Selandia Baru, dan Jerman. Namun dengan kemajuan teknologi, aplikasi
ilegal dari Pokemon go bermunculan di berbagai sumber pencarian internet.
Awal penemuan Pokemon go sebenarnya
sudah ada sejak 20 tahun silam. Penemu aplikasi ini adalah John Hanke. Menurut
informasi yang didapat, John sudah memiliki perhatian dunia game online sejak
ia masih duduk di bangku sekolah. Salah satu cita-cita dan passionnya adalah
memetakan dunia.
Permainan Pokemon go memungkinkan pemainnya untuk
menangkap, melatih, menukar, dan mempertarngkan setiap karakter Pokemon go.
Pokemon yang selama ini berada dalam ponsel terasa berada di dunia nyata.
Pokemon go terkesan unik.Orang yang memainkan ini merasa hanyut terbawa
keasyikan.
Lihat saja di Indonesia, sangat banyak yang
memainkan aplikasi Pokemon go ini. Tak jarang oleh anak sekolahan, mahasiswa (i),
dan pegawai pemerintahan pun turut ambil bagian dalam permainan. Permainan ini
dapat memberikan efek “candu” bagi penggunanya. Mengapa? Karena jika sekali
saja memainkan permainan ini dirasa tidak cukup. Alias ingin terus lagi
memainkannya.
Hal yang wajar bisa saja dilakukan oleh orang-orang
yang bertanggung jawab. Mereka bisa membagi waktu mereka. Antara peran sebagai
anak, orang tua, bahkan sebagai pegawai harus mampu dijalani. Apalagi sebagai
orang tua. Sebagai teladan yang baik bagi anak-anak dan lingkungannya, akan
lebih baik memiliki pemikiran positif untuk membatasi dan mengingatkan
anak-anaknya dan orang di sekitar lingkungannya tentang kewaspadaan.
Memainkan Pokemon go berhasil
membuat pemain hanyut. Ada beberapa orang yang merasakan dampak positif, dan
ada cukup banyak orang yang mendapatkan dampak negatifnya. Salah satu dampak
positif yaitu Pokemon go berhasil membuat lapangan kerja baru bagi pengangguran
yang kreatif. Misalnya membuat ojek Pokemon go. Ojek ini bertugas mengantarkan
penumpangnya kemana saja yang ia mau. Penumpang tidak perlu repot melihat bolak
balik antara ponsel dengan jalanan. Tinggal mengarahkan pengendara ojek untuk
mengikuti instruksi yang diberikan. Ojek Pokemon go ini dapat dilengkapi fitur
untuk mengisi baterai ponsel sehingga penumpang tidak perlu takut kehabisan. Namun,
dampak negatif cukup lebih banyak daripada dampak positif jika pemain tidak
dapat membatasi permainan ini.
Pertama, membuang-buang waktu. Ada pepatah
mengatakan waktu adalah uang. Jika orang-orang terus bermain tanpa tahu
batasan, maka habislah waktu. Pekerjaan lain terbengkalai. Untuk orang tua,
anak-anak menjadi tidak terurus. Atau bahkan bisa jadi anak-anak mereka juga
memainkan yang sama. Waktu mengerjakan tugas sekolah menjadi terbuang sia-sia.
Kedua, berbahaya. Untuk orang-orang yang sering
memainkan Pokemon go, harus berhati-hati. Pasalnya sekarang banyak kejadian
akibat dari permainan ini. Di televisi, banyak berita tentang kecelakaan karena
mereka yang memainkan Pokemon go melanggar peraturan bahwa dilarang memainkan
ponsel saat berkendara. Akibatnya fatal, mereka tidak sadar menabrak sekeliling
mereka. Atau bahkan bisa lebih parah lagi jika berujung maut.
Ketiga, mengganggu ketenangan dan kenyamanan orang
lain.Hal ini yang paling sering terjadi. Misalnya di rumah sakit. Pemain
Pokemon go menyelinap masuk kemana-mana mereka suka. Terus jalan-jalan di
sekitar rumah sakit dan nabrak orang bekas kecelakaan yang tangannya sakit
(anggap kecelakaan karena bermain Pokemon go juga). Tempat orang sakit malah
digunakan untuk bermain. Padahal kita tidak tahu ada orang yang sedang susah
memperjuangkan kesembuhannya.
Keempat, jadi buronan bahkan tahanan. Nah ini juga
seram. Pasukan pengamanan istana negara mendapati orang terdeteksi masuk
menyelinap istana negara. Pas ditanya mengapa, ia menjawab tidak sengaja
memasuki daerah istana negara karena tidak sadar. Selain itu, Kapolda Metro
Jaya Irjen Pol Moechtiyarto melarang anggotanya dan masyarakat memainkan
Pokemon go. Ia juga mengingatkan bahwa pihaknya akan menindak masyarakat yang
bermain di markas kepolisian. “Pasti kita larang. Sekarang kalau orang luar
kita larang, perannya apa kalau tidak ada tindak pidana kita peringatkan,
sekarang kita tangkapin kalau ada yang melakukan kegiatan itu,” tegasnya
(detik.com).
Demikian jelas, Pokemon go banyak membawa dampak
negatif. Sebenarnya tidak ada yang salah dari memainkan Pokemon go. Hanya saja,
terkadang kita terlalu memprioritaskan sesuatu hingga akhirnya malah membawa
diri ke dampak negatif. Jika dilakukan sewajarnya dan hanya waktu senggang.
Yang paling penting, hindari hal-hal yang membuat rugi diri sendiri dan orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar