Selasa, 10 Januari 2017

ESAI

DEMAM POKEMON GO
Oleh
Namira Medina

Di Indonesia akhir-akhir ini dikejutkan dengan maraknya permainan Pokemon go. Pokemon go sendiri adalah aplikasi permainan dalam telepon pintar yang  dikembangkan oleh Niatinc, sebuah perusahaan sempalan milik Google. Awalnya permainan ini tersedia terbatas di beberapa negara seperti dirilis di Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, dan Jerman. Namun dengan kemajuan teknologi, aplikasi ilegal dari Pokemon go bermunculan di berbagai sumber pencarian internet.
            Awal penemuan Pokemon go sebenarnya sudah ada sejak 20 tahun silam. Penemu aplikasi ini adalah John Hanke. Menurut informasi yang didapat, John sudah memiliki perhatian dunia game online sejak ia masih duduk di bangku sekolah. Salah satu cita-cita dan passionnya adalah memetakan dunia.
Permainan Pokemon go memungkinkan pemainnya untuk menangkap, melatih, menukar, dan mempertarngkan setiap karakter Pokemon go. Pokemon yang selama ini berada dalam ponsel terasa berada di dunia nyata. Pokemon go terkesan unik.Orang yang memainkan ini merasa hanyut terbawa keasyikan.
Lihat saja di Indonesia, sangat banyak yang memainkan aplikasi Pokemon go ini. Tak jarang oleh anak sekolahan, mahasiswa (i), dan pegawai pemerintahan pun turut ambil bagian dalam permainan. Permainan ini dapat memberikan efek “candu” bagi penggunanya. Mengapa? Karena jika sekali saja memainkan permainan ini dirasa tidak cukup. Alias ingin terus lagi memainkannya.
Hal yang wajar bisa saja dilakukan oleh orang-orang yang bertanggung jawab. Mereka bisa membagi waktu mereka. Antara peran sebagai anak, orang tua, bahkan sebagai pegawai harus mampu dijalani. Apalagi sebagai orang tua. Sebagai teladan yang baik bagi anak-anak dan lingkungannya, akan lebih baik memiliki pemikiran positif untuk membatasi dan mengingatkan anak-anaknya dan orang di sekitar lingkungannya tentang kewaspadaan.
            Memainkan Pokemon go berhasil membuat pemain hanyut. Ada beberapa orang yang merasakan dampak positif, dan ada cukup banyak orang yang mendapatkan dampak negatifnya. Salah satu dampak positif yaitu Pokemon go berhasil membuat lapangan kerja baru bagi pengangguran yang kreatif. Misalnya membuat ojek Pokemon go. Ojek ini bertugas mengantarkan penumpangnya kemana saja yang ia mau. Penumpang tidak perlu repot melihat bolak balik antara ponsel dengan jalanan. Tinggal mengarahkan pengendara ojek untuk mengikuti instruksi yang diberikan. Ojek Pokemon go ini dapat dilengkapi fitur untuk mengisi baterai ponsel sehingga penumpang tidak perlu takut kehabisan. Namun, dampak negatif cukup lebih banyak daripada dampak positif jika pemain tidak dapat membatasi permainan ini.
Pertama, membuang-buang waktu. Ada pepatah mengatakan waktu adalah uang. Jika orang-orang terus bermain tanpa tahu batasan, maka habislah waktu. Pekerjaan lain terbengkalai. Untuk orang tua, anak-anak menjadi tidak terurus. Atau bahkan bisa jadi anak-anak mereka juga memainkan yang sama. Waktu mengerjakan tugas sekolah menjadi terbuang sia-sia.
Kedua, berbahaya. Untuk orang-orang yang sering memainkan Pokemon go, harus berhati-hati. Pasalnya sekarang banyak kejadian akibat dari permainan ini. Di televisi, banyak berita tentang kecelakaan karena mereka yang memainkan Pokemon go melanggar peraturan bahwa dilarang memainkan ponsel saat berkendara. Akibatnya fatal, mereka tidak sadar menabrak sekeliling mereka. Atau bahkan bisa lebih parah lagi jika berujung maut.
Ketiga, mengganggu ketenangan dan kenyamanan orang lain.Hal ini yang paling sering terjadi. Misalnya di rumah sakit. Pemain Pokemon go menyelinap masuk kemana-mana mereka suka. Terus jalan-jalan di sekitar rumah sakit dan nabrak orang bekas kecelakaan yang tangannya sakit (anggap kecelakaan karena bermain Pokemon go juga). Tempat orang sakit malah digunakan untuk bermain. Padahal kita tidak tahu ada orang yang sedang susah memperjuangkan kesembuhannya.
Keempat, jadi buronan bahkan tahanan. Nah ini juga seram. Pasukan pengamanan istana negara mendapati orang terdeteksi masuk menyelinap istana negara. Pas ditanya mengapa, ia menjawab tidak sengaja memasuki daerah istana negara karena tidak sadar. Selain itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechtiyarto melarang anggotanya dan masyarakat memainkan Pokemon go. Ia juga mengingatkan bahwa pihaknya akan menindak masyarakat yang bermain di markas kepolisian. “Pasti kita larang. Sekarang kalau orang luar kita larang, perannya apa kalau tidak ada tindak pidana kita peringatkan, sekarang kita tangkapin kalau ada yang melakukan kegiatan itu,” tegasnya (detik.com).
Demikian jelas, Pokemon go banyak membawa dampak negatif. Sebenarnya tidak ada yang salah dari memainkan Pokemon go. Hanya saja, terkadang kita terlalu memprioritaskan sesuatu hingga akhirnya malah membawa diri ke dampak negatif. Jika dilakukan sewajarnya dan hanya waktu senggang. Yang paling penting, hindari hal-hal yang membuat rugi diri sendiri dan orang lain.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar